Tren audio "slowed" (diperlambat) dan "sped up" (dipercepat) semakin populer, terutama di kalangan pembuat konten pendek yang ingin memberi nuansa berbeda pada lagu atau audio favorit mereka. Audioltra menyertakan fitur ini secara langsung, memungkinkan Anda mengubah kecepatan putar audio hasil ekstraksi tanpa aplikasi tambahan.
Saat kecepatan audio diubah menggunakan fitur ini, bukan hanya durasinya yang berubah — nada suaranya pun ikut bergeser mengikuti kecepatan, persis seperti efek klasik memutar kaset atau piringan hitam lebih cepat atau lebih lambat dari kecepatan normalnya. Audio yang diperlambat akan terdengar dengan nada lebih rendah dan lebih berat, sementara audio yang dipercepat akan terdengar dengan nada lebih tinggi dan ringan. Efek ini sama dengan yang biasa digunakan pada opsi "ubah nada audio" di berbagai aplikasi penyunting video populer.
Anda bisa mengatur kecepatan mulai dari 0.5× (setengah kecepatan normal) hingga 2× (dua kali lebih cepat dari normal), dengan penyesuaian halus di antaranya. Beberapa preset cepat seperti 0.75×, 1.25×, dan 1.5× juga tersedia untuk mempermudah eksperimen tanpa harus menggeser slider secara presisi.
Fitur ini bekerja berdampingan dengan fitur pemotongan bagian akhir audio. Anda bisa terlebih dahulu memotong bagian yang tidak diperlukan, lalu mengubah kecepatannya — atau sebaliknya. Kedua pengaturan ini selalu dihitung ulang dari audio asli yang belum diubah, sehingga hasilnya tetap konsisten meski Anda mengubah salah satu pengaturan berkali-kali.
Tren audio versi "slowed" mulai populer di berbagai platform media sosial beberapa tahun terakhir, terinspirasi dari budaya remix "chopped and screwed" yang lebih dulu berkembang di kalangan musisi hip-hop. Sementara itu, versi "sped up" mendapatkan momentumnya seiring popularitas video pendek yang membutuhkan audio berenergi tinggi dalam durasi singkat.
Tidak ada aturan baku soal kecepatan terbaik — semuanya bergantung pada karakter audio aslinya dan efek yang ingin dicapai. Sebagai titik awal, coba kecepatan 0.85× untuk efek "slowed" yang masih terdengar natural, atau 1.15× untuk efek "sped up" yang tidak terlalu drastis.
Semakin ekstrem perubahan kecepatan yang diterapkan — mendekati batas 0.5× atau 2× — semakin terasa pula perubahan karakter suaranya dari audio aslinya. Untuk hasil yang lebih halus dan tetap enak didengar, coba lakukan penyesuaian secara bertahap sambil mendengarkan pratinjau, alih-alih langsung menggeser slider ke titik ekstrem tanpa mendengarkan hasilnya terlebih dahulu.
Selain untuk tren kreatif, fitur pengubah kecepatan juga bermanfaat untuk kebutuhan praktis seperti mempercepat audio ceramah atau kuliah panjang agar bisa didengarkan lebih efisien, atau memperlambat audio yang ingin Anda pelajari detailnya secara lebih saksama, misalnya audio pembelajaran bahasa asing.
Untuk hasil kreatif yang lebih maksimal, coba padukan fitur pengubah kecepatan dengan fitur pemotongan bagian akhir audio. Misalnya, potong terlebih dahulu bagian yang tidak diperlukan, lalu ubah kecepatannya untuk mendapatkan durasi dan nuansa yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan Anda, baik untuk konten kreatif maupun sekadar variasi mendengarkan musik favorit dengan cara yang berbeda.
Ingat bahwa kedua pengaturan ini — potongan dan kecepatan — selalu dihitung ulang dari audio asli, sehingga Anda bebas bereksperimen mengubah kombinasi keduanya berkali-kali tanpa risiko kualitas audio menurun akibat pemrosesan berulang.
Pada akhirnya, fitur ini adalah salah satu cara sederhana untuk memberi sentuhan personal pada audio favorit Anda, tanpa perlu keahlian teknis atau software penyunting audio yang rumit.
Selamat bereksperimen menemukan kecepatan yang paling sesuai dengan karakter audio favorit Anda sendiri.
Kadang, satu lagu yang sama bisa terasa seperti lagu yang benar-benar baru hanya dengan mengubah kecepatannya.
Coba fitur Slowed & Speed Up pada audio Anda di Audioltra sekarang.